Liputan
Blusukan
Cerita Pendek
Puisi
Geguritan
Blusukan
ES DURIAN KOMBINASI PAK KASDI
Di siang hari yang panas, meminum es durian menjadi
pilihan banyak orang, apalagi meminum es durian kombinasi milik Pak Kasdi di
Bancar. Pak Kasdi adalah nama penjual sekaligus pendiri warung es durian di
Bancar, Purbalingga sejak tahun 1969, yang sudah legendaris.
Sebenarnya awalnya beliau hanya berjualan
es durian keliling, lalu beliau dapat mendirikan warung sendiri sampai akhirnya
warung esnya dapat berkembang. Kini beliau memiliki tiga warung es durian
dengan dua cabang, di Purwokerto.
PENJUAL AYAM CABUT BULU AYAM
Nama pemilik atau penjual ayam yaitu Ibu Suswati, alamatnya di Jalan Wiramenggala RT 02 Rw 03, Timbang Penambongan, Kecamatan Purbalingga.
Ibu Suswati memiliki karyawan yang berjumlah enam orang. Ibu Suswati bekerja sama dengan PT MITRA, dan yang lain. Bekerjasama dengan PT MITRA untuk pengambilan, sedangkan berkerjasama dengan penjual yang lain khususnya untuk kesepakatan harga jual.
WARUNG “SOTO SO” BU SLAMET
Warung “Soto So” berada di desa Bojong, tepatnya di Jalan Tirta Yudha. Nama pemilik warung ini adalah Bu Slamet. Berdasarkan informasi dari Pak Sugeng, putra Bu Slamet, warung ini berdiri pada tahun 1974, awalnya hanya warung soto biasa, namun karena inisiatif dari ayah Pak Sugeng mereka mencoba memberi tambahan daun so pada sotonya, karena biasanya daun so memberi kesegaran pada sayur bening.
SENTRA BATU BATA DESA GRECOL
Tanggal 16 April 2016, tim jurnalistik majalah ESPERO mengunjungi Desa Grecol untuk melakukan blusukan ke daerah sentra batu bata. Dalam rangka melakukan wawancara kepada produsen batu bata di Desa Grecol.
Batu bata merupakan bahan utama dalam pembuatan bangunan. ternyata Desa Grecol memproduksi batu bata secara masal.
Sentra batu bata di Desa Grecol tersebut sudah berdiri kurang lebih sejak tahun 2000, dengan pegawai yang sudah cukup banyak.
Salah satunya Bapak Sarimun yang kami liput sebagai pembuat produk batu bata, beliau bekerja sejak puluhan tahun lalu. Beliau mengatakan bahwa “Membuat batu bata sangat rumit karena membuat batu bata butuh keterampilan dan perjuangan”.
Banyak kendala yang harus di hadapi seperti cuaca yang tidak kondusif. Jika cuaca sedang kondusif Pak Sarimun dapat menghasilkan 200 sampai 300 buah batu bata.
Batu bata merupakan bahan utama dalam pembuatan bangunan. ternyata Desa Grecol memproduksi batu bata secara masal.
Sentra batu bata di Desa Grecol tersebut sudah berdiri kurang lebih sejak tahun 2000, dengan pegawai yang sudah cukup banyak.
Salah satunya Bapak Sarimun yang kami liput sebagai pembuat produk batu bata, beliau bekerja sejak puluhan tahun lalu. Beliau mengatakan bahwa “Membuat batu bata sangat rumit karena membuat batu bata butuh keterampilan dan perjuangan”.
Banyak kendala yang harus di hadapi seperti cuaca yang tidak kondusif. Jika cuaca sedang kondusif Pak Sarimun dapat menghasilkan 200 sampai 300 buah batu bata.
INDUSTRI KAMPUNG IRUS
Industri batok kelapa yang berada di
Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan
dan Kabupaten Purbalingga, diketuai oleh
Bapak Rustam. Kegiatan ini sudah ada sejak sekitar tahun1966.
Industri batok kelapa dulu hanya ada
di rumah-rumah penduduk. Namun pada sekitar tahun 1986, industri ini menjadi industri kelompok karena
pemerintah memberikan lahan dan bahkan dibuat gedung untuk showroom.
TREND
BIMBEL MASA KINI
Wanita kelahiran
Purbalingga, 24 oktober 1994 yang bernama Khalifah Isnaeni merupakan staf
academic di salah satu bimbel yang sedang menjadi trend di masa kini, dimana
lagi, kalau bukan di GO (Ganesha Operation)! Benar!
Bimbingan belajar
yang berlambangkan Dewa GANESHA ini telah meraih penghargaan TOP BRAND POWER
2014, terbaik untuk dewasa SMP, SMA dan
terbaik untuk SD. Bimbel ini mempunyai visi: “Untuk Menjadi Yang Terbesar dan Terbaik
di Indonesia”. Cabangnya terletak di Jalan Letkol Isdiman Purbalingga. Bangunan
GO identik dengan warna biru, kuning, dan merah hampir di setiap cabang di
seluruh Indonesia.
BUBUR AYAM “HAYAM WURUK”
Bubur ayam “Hayam Wuruk” merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Purbalingga. Bubur ayam “Hayam Wuruk” dibuka oleh ibu Dula Nuarita Panti yang biasa dipanggil Ibu Ita. Ibu Ita mulai berjualan sekitar tujuh tahun yang lalu dan tiga tahun sebelumnya beliau membangun rumah makan “Hayam Wuruk” di daerah Jl. Letkol Isdiman.
Alasan Bu Ita membuka usaha bubur ayam ini adalah untuk membantu perekonomian keluarga. Bu Ita mendirikan rumah makan dengan nama “Hayam Wuruk” supaya sama dengan cabang yang dimiliki oleh ayahnya yang berada di daerah Tangerang. Motivasi Bu Ita mendirikan rumah makan “Hayam Wuruk” adalah untuk membantu suami dan untuk menambah kesibukan di rumah.
Di dalam rumah makan “Hayam Wuruk” Bu Ita juga menjual soto betawi, soto mie, nasi bakar, nasi uduk, dan ayam bakar. Namun menu utamanya adalah bubur ayam.
Dalam membuka usaha tersebut Bu Ita dibantu oleh lima orang karyawan. Setelah lama membuka usaha bubur ayam “Hayam Wuruk” Bu Ita telah membuka cabang di berbagai tempat di antaranya di Pasar Badog, GOR Goentur Darjono, dan Alun-alun Purbalingga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
ESQ Kelas IX Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Negeri 2 Purbalingga Memotivasi Siswa dengan ESQ Shelvia Putri Damayanti - IXG ...
-
PERINGATAN HARI KARTINI R.A Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita , yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Raden Ajeng Ka...
-
Penerimaan Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2016-2017 dimulai Senin, 20 Juni 2016 sampai 4 hari ke depan (23 Juni 2016). SMP Negeri 2 Pu...
-
Tulisan Jawa di Kelas Toto Endargo Becik Ketitik Ala Ketara Ada yang menarik dari sebuah “poster” hasil karya siswa di sebuah sek...
-
INDUSTRI KAMPUNG IRUS Industri batok kelapa yang berada di Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan dan Kabupaten Purbalingga, ...
-
ES DURIAN KOMBINASI PAK KASDI Di siang hari yang panas, meminum es durian menjadi pilihan banyak orang, apalagi meminum es durian ...
-
BUBUR AYAM “HAYAM WURUK” Bubur ayam “Hayam Wuruk” merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Purbalingga. Bubur ayam “Hayam W...
-
Toegoe Joeang Blater Toto Endargo Rel kereta api yang dulu menghubungkan Purbalingga – Purwokerto telah meninggalkan jejak kisah ...
-
WARUNG “SOTO SO” BU SLAMET Warung “Soto So” berada di desa Bojong, tepatnya di Jalan Tirta Yudha. Nama pemilik warung ini adalah Bu...
-
Pak Heru (kiri) dan Pak Aman (kanan) berjabat tangan dalam acara Lepas Sambut Kepala Sekolah Dalam beberapa tahun belakangan, sekolah ka...



