Select Menu
Select Menu

Kegiatan Sekolah

Liputan

Blusukan

Cerita Pendek

Puisi

Geguritan

Upacara Hari Pendidikan Nasional
Kembali berulang, upacara Hari Pendidikan Nasional, Senin, tanggal 2 Mei 2016. Ada yang berbeda jika dibandingkan upacara reguler hari Senin. Tema kali ini adalah tradisional atau nasionalisme. Seluruh siswa minimal menggunakan baju batik, guru dan karyawan menggunakan pakaian adat. Meriah guru putri berkebaya, guru putra macam-macam, ada yang berbeskap, berblangkon. Ada pula yang sederhana dengan pakaian adat betawi. Tapi ada pula yang berpenampilan adat bali. Untuk pakaian adat jawa pun tak seragam, ada yang bergaya jogja dengan blangkon bermondhol, adapula yang berblangkon model Surakara, tanpa mondhol. Untuk blangkon model Banyumas blangkonnya ada dua klewerannya di belakang.
Pembina upacaranya Ibu Sri Larasati Tavipiyah S.Pd., sebagian para osis bertugas sebagai petugas upacara di sekolah. Dan sebagian yang lain yang telah terpilih oleh guru menjadi peserta upacara di alun-alun Purbalingga dengan menggunakan pakaian adat. Amanat yang disampaikan oleh Ibu Sri Larasati Tavipiyah, S.Pd. yaitu pidato dari menteri pendidikan dan kebudayaan antara lain disampaikan bahwa sudah sempantasnya para siswa mengenang jasa-jasa para pahlawan pendidikan, tidak hanya Ki Hajar Dewantara. Kakak Raden Ajeng Kartini patut dikenal karena R.M. Kartono juga ikut berjasa besar memajukan pendidikan di Indonesia. Bahkan dalam segi bahasa beliau sangat mengagumkan yaitu menguasai 26 bahasa asing dan 10 bahasa daerah di samping Bahasa Indonesia.
***

Makna Hari Pendidikan Nasional

Hari ini, pada tanggal 2 Mei 2016 seluruh guru, siswa serta karyawan SMP N 2 Purbalingga melaksanakan upacara peringatan hari pendidikan nasional. Upacara berjalan dengan hikmat. Yang menjadi petugas upacara adalah anak OSIS. Tema pada upacara hari pendidikan nasional kali ini adalah nyalakan pelita terangkan cita-cita.
Selaku pembina upacara, ibu Larasati Tavapiah berpendapat bahwa “makna hari pendidikan bagi saya adalah selain kita harus meneruskan cita-cita pahlawan pendidikan, di era globalisasi teknologi yang sangat canggih ini kita harus menyikapi dengan memberikan filter agar pendidikan dan budaya yang tidak sesuai dengan warisan kita miliki bisa disaring. Kemudian makna yang lain kita harus bekerja keras supaya apa yang kita cita-citakan dapat terlaksana. pendidikan yang tinggi, pendidikan yang maju yang sesuai dengan negara-negara yang maju sehingga, kita tidak akan selamanya dikuasai dan dijajah bangsa-bangsa yang maju dan intinya pendidikan kita harus ditingkatkan.”
Selain itu, menurut ibu Larasati Tavapiah berpendapat ada perbedaan dalam memperingati hari pendidikan nasional di SMP N 2 Purbalingga yaitu dari segi tema dan visi misi serta semangat peringatan yang semarak karena didukung oleh bapak presiden RI, para menteri dan aparat pemerintahan.

 
Kesan dan Pesan Siswa.
Kesan dalam Hari Pendidikan Nasional menurut seorang siswa di SMP Negeri 2 Purbalingga bahwa pembelajaran semakin berbeda dari tahun lalu, yang membuat kita lebih rajin belajar. Di hari Pendidikan tahun 2016 para pelajar harus belajar lebih giat dengan cara mengerjakan PR di rumah tepat waktu dan membuat kelompok untuk belajar bersama agar bisa bertukar pikiran.

Menurut pendapat dari seorang siswa yang lain, memperingati Hari Pendidikan Nasional memiliki manfaat salah satunya yaitu agar bisa mengenang jasa para Pahlawan yang bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional berarti kita sudah melaksanakan kewajiban warga negara terhadap NKRI, tanpa pendidikan kita tidak bisa sukses sampai saat ini karena kesuksesaan itu berawal dari pendidikan.





PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
Pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha  Penyayang, atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.
Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa. Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.
Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia,
Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.
Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.
Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.
Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.
Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.
Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.
Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia,
Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.
Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.
Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia,
Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.
Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.
Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.
Selamat Hari Pendidikan Nasional,
Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
Anies Baswedan, Ph.D.

Pak Heru (kiri) dan Pak Aman (kanan) berjabat tangan dalam acara Lepas Sambut Kepala Sekolah
Dalam beberapa tahun belakangan, sekolah kami mengalami pergantian kepala sekolah. Nggak cuma sekali, tapi hampir setiap tahun berganti.
Seperti tahun ini misalnya, kepala sekolah kami yang lama yaitu Bapak Aman Musthofan, S.Pd, M.Pd dirolling dari SMPN 2 Purbalingga ke SMPN 2 Kalimanah (28/3). Sementara yang menggantikan beliau adalah Bapak Heru Prayitno, S.Pd, M.Si, dari SMPN 2 Kalimanah ke SMPN 2 Purbalingga. Jadi seperti bertukar tempat saja. Semoga bisa bertugas dengan baik ya, Bapak-bapak...
ESQ Kelas IX Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Negeri 2 Purbalingga


Memotivasi Siswa dengan ESQ
Shelvia Putri Damayanti - IXG

Jumat,  22 April 2016,  SMP N 2 Purbalingga
Emotional Spiritual Quotient atau sering disingkat dengan ESQ telah dilaksanakan untuk semua siswa-siswi kelas 9 dan juga orang tua atau wali murid, dengan tujuan agar orang tua dan siswa mampu bekerja sama dalam meningkatkan kualitas belajar agar prestasi para siswa meningkat sehingga dapat membawa nama baik SMP N 2 Purbalingga. Emotional Spiritual Quotient ini dilaksanakan di Gedung Sarwa Guna pada pukul 08. 00 – selesai. Di sana semua siswa-siswi kelas 9 duduk berdampingan dengan orang tua masing-masing.
Acara ini dipandu oleh salah satu motivator yang sekaligus sebagai orang tua salah satu siswi kelas 9, yang bernama Ibu Dra. Rudi Mulyatiningsih, M.Pd atau sering disapa dengan Ibu Rudi. Pada pertemuan itu Ibu Rudi menasihati para siswa agar mampu untuk mengurangi waktu bermainnya dan menambah waktu belajarnya dalam kurun waktu setengah bulan ini atau sampai hari terakhir UN.
Acara itu terdiri dari beberapa susunan acara, antara lain pembukaan, doa, sambutan dari Kepala Sekolah, ESQ, dan juga penutup. Pada saat ESQ ada sesi bagi orang tua menyampaikan harapan kepada anaknya masing-masing, serta ada juga sesi dimana para siswa meminta maaf pada orang tua melalui sebuah surat.
Pada saat orang tua membaca surat tersebut banyak orang tua yang tidak mampu menahan isak tangis, sehingga suasana menjadi lebih hening dari sebelumnya. Di acara tersebut juga ada sesi para siswa dan orang tua mengikrarkan sebuah ikrar denganbersama-sama. Ikrar tersebut diucapkan serentak oleh semua siswa dan semua orang tua. Acara itu juga sering diiringi diisi dengan film atau video yang menyentuh hati.
Setelah dirasa cukup untuk memotivasi para siswa dan orang tua. Ibu Rudi pun menyuruh semua siswa untuk merenungkan hal-hal yang pernah mereka lakukan dengan orang tuanya masing-masing. Setelah itu Ibu Rudi pun menyuruh para siswa dan orang tua muslim untuk menyenandungkan Asmaul Husna yang dibantu dengan sebuah tayangan video.
Acara ESQ itu pun ditutup dengan bacaan hamdalah dan setelah itu para siswa pun pulang dengan orang tuanya masing-masing. Mudah-mudahan dengan diadakan ESQ ini para siwa dan orang tua mampu bekerja sama dalam hal meningkatkan kualitas belajar dan juga mudah-mudahan akan terjadi komunikasi yang baik antara siswa dan orang tua.
Menurut Bapak Harmanto selaku wali kelas dari 9G berpendapat bahwa acara ESQ  ini cukup menarik bagi orang tua dan siswa sehingga keduanya mampu termotivasi apa yang belum dilakukan oleh mereka. Sayangnya ada sebagian siswa dan orang tua yang datang terlambat ketika menghadiri acara tersebut.
Sedangkan menurut Ibu Dwi Wahyuni selaku wali kelas dari kelas 9C berpendapat bahwa acara ESQ cukup menarik, tetapi masalah termotivasi atau tidaknya itu tergantung pada siswa dan orang tuanya masing-masing.
Demikian sedikit liputan kami dalam acara ESQ. Semoga bermanfaat.





PERINGATAN HARI KARTINI

R.A Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita , yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879.
Raden Ajeng Kartini adalah sosok wanita yang memiliki kegigihan tinggi untuk menaikan derajat wanita Indonesia. Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Pada hari Kartini biasanya dirayakan dengan meriah serta menggunakan pakaian adat.Selain itu, juga diadakan pawai budaya dan berbagai macam lomba-lomba yang diikuti berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua.
Dalam merayakan hari Kartini SMP N 2 Purbalingga pada tanggal 21 April 2016 juga ikut serta dalam pelaksanaannya. Seluruh warga SMP N 2 Purbalingga sama-sama mengenakan pakaian adat bebas dan rapi. Semua warga SMP N 2 Purbalingga juga mengadakan upacara peringatan hari Kartini dengan seluruh petugasnya adalah perempuan semua.
Di SMP N 2 Purbalingga juga mengadakan lomba-lomba yang sangat meriah di antaranya keluwesan, menghias tumpeng, pasang dasi berpasangan, gulung benting, paduan suara, baca surat indah Kartini, dan menggambar R. A Kartini.
Dengan diadakanya peringatan hari Kartini agar seluruh warga SMP N 2 Purbalingga dapat mengenang jasa dan perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Kartini.
Namaun masih ada siswa yang kurang berpartisipasi dalam acara tersebut. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya siswa yang bermain Handphone. Sepertinya mereka kurang paham apa makna hari Kartini. Sebaiknya untuk mengatasi hal tersebut adalah siswa harus bisa mengenal lebih dalam tentang sosok R. A Kartini.
Peliput:
-Nadila Rista Sarasasti
-Nisa`Faaiqoh

IBU EMANSIPASI WANITA

Hari katini merupakan sarana untuk mengenang jasa ibu R.A. Kartini sebagaimana semasa hidupnya telah digunakan untuk memperjuangkan hak kaum wanita agar sederajat dengan kaum pria yang diperingati setiap tanggal 21 April. Dalam masa hidupnya R.A.Kartini selalu menulis surat yang di tujukan kepada sahabatnya yang berada di Belanda, tentang hak emansipasi wanita pribumi pada masa nya.
Dalam peringatan hari Kartini biasanya semua warga sekolah dihimbau untuk mengenakan pakaian adat. Di SMP N 2 Purbalingga sendiri diadakan berbagai macam lomba lomba seperti : Keluwesan, Gulung Benting, Lomba tumpeng, Pasang dasi, Paduan suara, Baca surat Kartini,dan lomba Menggambar.
Sebelum lomba lomba dimulai terlebih dahulu diadakan upacara dalam memperingati hari Kartini yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMP N 2 Purbalingga dengan khidmat. Pembina upacara memberikan beberapa pertanyaan seputar pahlawan wanita, diantaranya: 1). Tempat tanggal lahir R.A. Kartini 2). Pencipta lagu Ibu Kita Kartini 3). Lima pahlawan wanita 

Bagi yang bisa menjawab soal pertama akan di beri hadiah uang saku sebesar Rp100.000, sedangkan untuk soal kedua dan ketiga akan di berikan hadiah sebesar Rp 50.000. Semua pertanyaannya berhasil dijawab oleh siswa siswi SMP N 2 Purbalingga.
Untuk lomba keluwesan dan pasang dasi dilaksanakan di panggung yang terletak di lapangan basket SPENDAGA. Sedangkan, untuk lomba paduan suara dilaksanakan di ruang Keterampilan, lomba tumpeng di ruang laboratorium, lomba gulung benting di kelas 7 H, lomba menggambar di lapangan basket, dan untuk lomba baca surat kartini di laksanakan di ruang multimedia atas.
Kelebihan dari peringatan hari Kartini di SMP N 2 Purbalingga ini adalah dapat mengajarkan kepada siswanya untuk bersikap mandiri, kerja keras, dan kerja sama. Sedangakan, untuk kekuranganya yaitu para siswa nya masih ada saja yang malas atau enggan untuk mengikuti lomba lomba tersebut dan panitia(juri) lomba, belum bisa mengumumkan pemenang atau juara dari lomba lomba yang telah diadakan.
Untuk mengatasi sikap malas dari para siswa dibutuhkan kesadaran penuh dari diri masing masing untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Sedangakan, peringatan hari Kartini memberi efek sikap tnggung jawab, dan kerja sama yang baik.
Sebagai warga Negara Indonesia khususnya kaum wanita sudah seharusnya meneruskan cita cita R.A Kartini untuk menjaga hak, harta, dan martabat wanita.
Peliput : 1) Putri Nur Azizah 2) Anggraeni Dwi Larasati 3) Maitsa Nada Nur Aini





MEMPERINGATI HARI KARTINI


R.A Kartini merupakan salah satu pahlawan wanita yang memperjuangkan agar wanita bisa sejajar dengan para laki-laki. Perjuangan beliau dikenal dengan Emansipasi Wanita. Karena perjuangan beliau sekarang wanita bisa seperti laki-laki contohnya sekolah, bekerja, dan sebagainya.
Oleh sebab itu, kita harus mengenang jasa R.A Kartini. Salah satunya dengan memperingati hari Kartini dan ikut berpartisipasi untuk memeriahkan hari Kartini.
Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia memperingati hari Kartini menggunakan pakaian adat bagi para wanita maupun laki-laki. Termasuk warga SMP Negeri 2 Purbalingga kemarin pada hari kamis, 21 April 2016. Para siswa, siswi, guru, dan karyawan memakai pakaian adat.
Sebelum melaksanakan lomba-lomba para siswa siswi mngikuti upacara. Setelah upacara ada beberapa pertanyaan untuk para siswa siswi oleh Ibu Khatmi selaku pembina upacara, dan hadiahnya juga tidak main-main. Hadiah yang di berikan adalah uang sebesar Rp.100.000,00. 

Pertanyaannya yaitu :
1. Tempat tanggal lahir KARTINI
2. Judul lagu dan penciptanya
3. Sebutkan lima Pahlawan wanita
Untuk memeriahkan acara, SMP Negeri 2 Purbalingga mengadakan lomba-lomba seperti pasang dasi, keluwesan, menggambar wajah R.A Kartini, menghias nasi tumpeng, gulung benting, baca indah surat Kartini, dan paduan suara menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini.
Tempat lomba-lomba tersebut berbeda-beda seperti lomba pasang dasi, menggambar, keluwesan di laksanakan di lapangan basket. Lomba menghias tumpeng di ruang laboratorium. Lomba baca indah surat Kartini di ruangan multimedia atas. Lomba paduan suara di ruang keterampilan. Lomba gulung benting di kelas 7H.

Peliput: Egit dwi rahayu, Windy rahmawati (7B) 





PENDAPAT MEREKA 
MENGENAI MAKNA HARI KARTINI

Bu Khatmi: “Perempuan harus memiliki cita cita yang tinggi, mulia, serta memikirkan kaumnya juga, bersifat sederhana”

Saphira Zahra Q.A.P: “Wanita harus mensejahterakan kaumnya dan bukan hanya memikirkan dirinya sendiri”
Bu Rahajeng: Wanita zaman sekarang harus mencontoh sifat juang Kartini, Pikirannya sudah lebih maju dari wanita di zamannya, dan jangan sampai emansipasinya kebablasan






 

Sejumlah 80 orang tua siswa diundang ke sekolah guna mendapatkan sosialisasi sekaligus pemantapan kegiatan sukses UN 2016 SMP Negeri 2 Purbalingga (13-14/04). Bertempat di Ruang Ketrampilan, Bapak Kepala Sekolah Heru Prayitno, S.Pd, M.Si didampingi Bapak Kusmandar, S.Pd selaku wakil kepala sekolah memberikan sosialisasi sekaligus motivasi untuk delapan puluh orang yang terdiri dari 40 orang tua siswa dengan nilai Ujian Sekolah TERTINGGI dan 40 orang tua siswa dengan nilai Ujian Sekolah TERENDAH.
Kegiatan ini sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional yang semakin dekat, tentu dengan strategi yang jitu agar mendapat hasil maksimal. Siswa dengan nilai tertinggi semakin mantap, sementara siswa dengan nilai terendah bisa termotivasi untuk berjuang lebih keras agar mendapat hasil yang lebih baik. (Af)