Liputan
Blusukan
Cerita Pendek
Puisi
Geguritan
Puisi
KEHILANGANMU
Alya – 9A
Mata pisau muncul
Membelah hatimu
Menusuk hatimu
Sangat keji mereka lakukan
Kecintaanmu tuk tanah air ini
Tak akan pernah hilang
Sang pembela bangsa
Sang pembawa kabar berita
Sang penghilang ketakutan
Tak akan ada lagi di antara kami
Kesedihan ini
Penderitaan ini takan mau ‘tuk
pergi
Kulihat ... kutatap
Tubuh terbujur kaku
Cat merah mengucur deras
Menutupi pandanganku
Rasa tak sanggup
Tak kuasa lagi
Hanya satu kubisa
Ku panjatkan beribu-ribu
Doa untukmu pahlawanku....
SANG INSAN CENDIKA
Alya – 9A
Jiwa mudamu
Hati tulus darimu
Kau usahakan kemerdekaan untuk
kami
Kalian bersatu
Untuk menyongsong negeri ini
Mengobarkan api semangat
Mengguyur para generasi
Dengan langkah kuat
Karena aku tahu...
Karena kau sadar....
Semua itu milikmu...
Semua patut untuk diperjuangkan
Tak pernah ada kata terlambat
Dengan keyakinanmu
Menunai kan janji baktimu
Wahai para pemuda pemudi
NEGERIKU
Alya – 9A
Tak segan-segan kuperebutkan
kau...
Tak ada kata lelah untuk
mendapatkanmu...
Hingga saat ini...
Tak ada tempat seindah negeriku...
Aku sangatlah mencintaimu...
Aku sangatlah menghargaimu...
Tanah kelahiranku...
Tak sanggup kumelupakanmu...
Aku sangat bangga padamu...
Aku akan melindungi...
Menjagamu...
Dari tangan-tangan jahil...
Dari para warga asing....
Hatiku selalu bersamamu...
Kau yang termansyur...
Wahai negeriku....
SEMANGAT UNTUK MERDEKA
Rezita Restiana – 7B
Bermula dari peperangan hebat
Semangat yang berkobar
Semangat yang membakar insan merah
putih
Berharap ada kedamaian di kemudian
hari
Perjuangan demi perjuangan
Peperangan demi peperangan
Semua itu dilalui dengan semangat
Semangat yang tak kunjung padam
Semangat....
Semangat....
Semangat....
Merdeka atau mati...
Tak menyerah untuk mencapai
kemerdekaan
Tak gentar untuk mengibarkan sang
merah putih
Selama nafas masih berhembus
Semangat bangsa Indonesia tak akan luntur
Selama merdeka belum digenggam
Semangat tuk merdeka takkan padam
PAHLAWAN NAN IKHLAS
Eling Saras Dhita - 7C
Penuh sayang dan keikhlasan kau
membagi ilmu padaku
Tiada pernah letih juga kau
mengajariku
Walau terkadang aku tak
mendengarkanmu
Engkau tetap tersenyum hadapi
diriku yang nakal
Dan maaf pun kau rengkuh untukku
Kau tak mengharapkan imbalan
apapun dariku
Kau hanya ingin kami semua berjaya
di masa depan
Kau tak peduli siapapun kami
Status sosial tak membedakanmu
pada kami
Sungguh mulia hatimu
Takan kulupakan semua jasamu
Akan kuingat semua nasehatmu
Kaulah pemberi pelita dalam
hidupku
Cerahkan masa depan kehidupanku
Karna mullah hidupku penuh jaya
KI HAJAR DEWANTORO
Egit Dwi Rahayu - 7B
Di bawah rintik hujan
Kilat dan guntur bersambungan
Berpayung teriknya mentari
Namun semua itu tak kau hiraukan
Bertopang tubuh nan kadang rapuh
Kau tetap tangguh
Untuk mendidik anak bangsa
Mengantarnya menggapai asa
Tanpa peduli imbalan
Kau tetap tangguh berjalan
Karna didikanmu
Anak bangsa jadi berilmu
Kami di sini...
Kami berjanji...
Sebagai penerus bangsa
Kami akan meraih cita-citamu
Wahai Ki Hajar Dewantoro
Langganan:
Postingan (Atom)